Makna dan hakekat kegelisahan

  • Kegelisahan

Gelisah artinya cemas, rasa tidak tenteram atau rasa khawatir sehingga kegelisahan dapat diartikan sebagai perasaan cemas, takut atau khawatir. Seseorang merasa gelisah karena harapannya belum terpenuhi atau hasil kerja yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seseorang dapat gelisah karena menunggu sesuatu dan dapat juga disebabkan ancaman yang menyebabkan dirinya dapat kehilangan sebagian haknya.

Kegelisahan dapat berbentuk kecemasan kenyataan, kecemasan moral dan kecemasan neuritis.  Kecemasan kenyataaan adalah kecemasan yang disebabkan oleh adanya ancaman bahaya dari luar atau akibat pengamatan terhadap ancaman bahaya dari luar lingkungan

Kecemasan moral adalah kecemasan yang disebabkan oleh kemauan yang tidak terbendung, sehingga timbul perasaan negatif dan sumbernya adalah dari dalam hati seseorang. Kecemasan ini bersifat pembawaan, misalnya takut terhadap gelap, karena nenek moyangnya sering mendapatkan bahaya di waktu malam gelap.

Kecemasan neuritis adalah kecemasan karena takut terhadap ide atau bayangannya sendiri yang bersumber dari penilaian yang bersifat naluriah. Kecemasan ini bersifat naluriah dan timbul akibat penyesuaian dirinya dengan lingkungan yang bersifat irrasional karena kecemasan terhadap bahaya melebihi proporsi obyek yang ditakuti

Untuk menghentikan kegelisahan dapat dilakukan dengan mengatasi akibat yang ditimbulkan sehingga siap untuk menghadapinya atau menerima akibat yang ditimbulkan dengan tabah dan senang  Kegelisahan dapat diatasi pula dengan memperkecil dan mengurangi keburukan yang menyebabkan timbulnya kegelisahan atau berdoa dan pasrah kepada Tuhan.

  • Ketidakpastian

Ketidakpastian artinya tidak menentu pikirannya, mendua atau apa yang dipikirkannya tidak searah. Ketidakpastian disebabkan oleh phobia (fobia), kompulsi, obsesi dan delusi.

Phobia (fobia) artinya takut atau perasaan takut yang berlebihan terhadap sesuatu.  Seseorang dapat menjadi fobia apabila terus menerus mengalami ketakutan, tegang dan akhirnya tertekan.

Obsesi adalah pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus tanpa diketahui penyebabnya, misalnya merasa ada yang akan menjatuhkannya. Halusinasi adalah kenyataan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera atau akibat mensugesti dirinya, misalnya  melihat air di padang pasir

Delusi adalah pikiran yang tidak beres akibat adanya keyakinan palsu, misalnya delusi persekusi, delusi keagungan dan delusi melankolis. Delusi persekusi  adalah menganggap apa yang disekitarnya buruk semua, Delusi keagungan adalah menganggap dirinya paling penting atau paling besar. Delusi melankolis adalah menganggap dirinya bersalah atau berdosa

  • Keterasingan

Terasing adalah merasa sendiri atau tidak dikenal orang yang terjadi karena tersisih atau terpisah dari yang lain. Seorang menjadi terasing karena cacat fisik perbuatan, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonominya.

Seseorang yang mempunyai cacat fisik berusaha menyingkir dari pergaulan karena malu dengan kekurangannya. Perbuatan negatif seperti angkuh, sombong, pemalu, minder, berbuat kriminal menyebabkan seseorang  dijauhii orang lain. Itulah sebabnya keduanya dapat menyebabkan seseorang menjadi terasing.

Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan rendah juga dapat menyebabkan terasing, karena serba sulit dalam menempatkan diri, bertanya takut salah, ditanya takut jawabannya juga salah. Demikian pula dengan perbedaan tingkat sosial ekonomi. Seseorang yang merasa dirinya miskin menjadi rendah diri, sedangkan orang yang merasa dirinya kaya akan membanggakan hartanya, sehingga keduanya dapat menjadi seseorang yang terasing.

Untuk mengatasi keterasingan perlu adanya kesadaran bagi seseorng yang merasa dirinya berkelebihan, jangan merasa selalu benar, jangan merasa tidak ada yang melebihi kekayaannya, dan sebagainya. Bagi yang merasa berkekurangan perlu ditingkatkan harga dirinya sedikit demi sedikit sehingga tidak merasa pemalu, minder, cacat tak berguna, dan sebagainya.

  • Kesepian

Sepi berarti sunyi atau lengang. Kesepian merupakan akinat adanya keterasingan. Seseorang menjadi kesepian karena suka menyendiri sebagai akibat mengalami frustasi

Frustasi adalah keadaan tidak terpenuhinya kebutuhan dan  tujuan seseorang atau proses yang menggambarkan adanya hambatan terpenuhinya kebutuhan. Frustasi terjadi karena mengalami kegagalan, tidak mempunyai integrasi kepribadian yang baik kemudian mengalami gangguan emosional

Seseorang yang frustasi dapat dilihat dari adanya perubahan kebiasaan atau cara hidupnya. Seseorang yang frustasi terlihat kehilangan gairah yang ditandai dengan wajahnya yang lesu, gerakannya lamban dan cara berjalannya diseret-seret. Seseorang yang frustasi juga terlihat sedih, kecewa, gelsiah, cemas, tegang, bingung, dan merasa bersalah yang menggambarkan suasana hati yang tidak menentu.

Seorang yang sedang frustasi akan mengalami kesepian atau malahan senang keluyuran seperti yang dialami oleh seseorang dari keluarga broken home. Banyak diantara mereka yang mengalami frustasi juga melakukan perbuatan negatif, seperti berfoya-foya, melakukan hubungan sex bebas, materialistis, egois, maunya berkuasa, kehilangan arti hidup bahkan melakukan bunuh diri.

*

Makna dan hakekat penderitaan

  • Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita atau “dhra” yang artinya menangung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan disebabkan oleh faktor dari luar seperti perlakuan orang lain, terjadinya bencana atau adanya kecelakaan.

Perlakuan orang yang kejam membuat orang lain menderita, demikian pula perlakuan-perlakuan lainnya yang bersifat negatif. Bencana alam seperti banjir, kebakaran dan sebagainya merupakan penyebab penderitaan. Kecelakaan lalu lintas, kapal tenggelam, tersesat di hutan dan sejenisnya  termasuk penyebab penderitaan juga.

Penderitaan dapat diatasi dengan cara aktif maupun pasif. Pantang menyerah atau bersemangat baja dengan melawan penyebab penderitaan adalah salah satu cara mengatasi penderitaan secara aktif.  Sabar, mengalah atau tabah merupakan cara mengatasi penderitaan secara pasif

  • Fobia

Phobia (Fobia) artinya takut atau perasaan takut yang berlebihan terhadap sesuatu.  Seseorang dapat menjadi fobia apabila terus menerus mengalami ketakutan, tegang dan akhirnya tertekan. Salah satu hal yang paling ditakuti seseorang adalah apabila dirinya dianggap “berbeda” dari orang lain.

Fobia terdiri dari bermacam-macam bentuk ketakutan. Ada seseorang yang takut terhadap ruang tertutup yang disebut claustrophobia, namun ada pula seseorang yang takut terhadap ruang yang terlalu terbuka. Takut pada ruang terbuka disebut agoraphobia.

Pada umumnya seseorang takut ketika berada sendirian, namun ada pula yang takut ketika berada dalam lingkungan yang banyak orang. Orang yang demikian disebut ochlophobia.  Ada orang yang takut pada tempat-tempat yang tinggi atau ketinggian disebut acrophobia  tapi ada pula jenis fobia yang lain seperti takut terhadap binatang tertentu (agrizoophobia),  takut naik pesawat, takut mati dan sebagainya.

Untuk mengatasi fobia, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan biarkan terpengaruh oleh rasa takut itu. Seseorang juga bisa mengatasi fobia dengan adanya kesiapan menerima atau menolak gangguan yang menimbulkan fobia.

Pengobatan fobia dapat dilakukan dengan menggunakan obat penenang sesuai dengan anjuran dokter, melakukan latihan rileks atau “membanjir”. Latihan rileks adalah secara perlahan-lahan mengenali sesuatu yang ditakutkan, kemudian perlahan-lahan pula semakin dekat dan akhirnya hilang rasa takutnya terhadap sesuatu yang menjadikannya fobia. Membanjir adalah melakukan interaksi yang sangat intensif dengan sesuatu yang ditakutinya itu. Misalkan seseorang takut terhadap tikus, orang tersebut harus sering-sering berinteraksi dengan tikus tersebut  bahkan kalau perlu tidur di sarang tikus.

  • Sakit

Sakit adalah gangguan fungsi normal tubuh sebagai totalitas fisik, mental dan sosial. Sakit terdiri dari sakit fisik, sakit jiwa dan sakit hati akibat lingkungan yang tidak bersih, perilaku yang tidak sehat, keturunan yang berpenyakit atau usaha memelihara kesehatan yang tidak baik.

Sakit ditandai dengan suatu gejala, misalnya naiknya suhu tubuh, terganggunya kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari misalnya tidak bekerja. Sakit terkadang hanya berupa persepsi terhadap apa yang dirasakan misalnya merasa tidak nyaman. Sakit dapat mendatangkan hikmah, antara lain mendekatkan diri kepada Tuhan dan menumbuhkan belas kasihan dan rasa social terhadap sesama manusia.

  • Frustasi

Frustasi adalah keadaan tidak terpenuhinya kebutuhan dan  tujuan seseorang atau proses yang menggambarkan adanya hambatan terpenuhinya kebutuhan. Frustasi terjadi karena mengalami kegagalan, tidak mempunyai integrasi kepribadian yang baik kemudian mengalami gangguan emosional

Seseorang yang mengalami frustasi dapat dilihat dari adanya perubahan kebiasaan atau cara hidupnya. Seseorang yang frustasi terlihat kehilangan gairah yang ditandai dengan mimic wajahnya yang lesu, gerakannya lamban dan cara berjalannya diseret-seret. Seseorang yang frustasi juga terlihat penampilannya sedih, kecewa, gelsiah, cemas, tegang, bingung, dan merasa bersalah yang menggambarkan suasana hati yang tidak menentu.

Seorang yang sedang frustasi akan mengalami kesepian atau sebaliknya malah senang keluyuran seperti yang dialami oleh seseorang dari keluarga broken home. Banyak diantara mereka yang mengalami frustasi juga melakukan perbuatan negatif, seperti berfoya-foya, melakukan hubungan sex bebas, materialistis, egois, maunya berkuasa, kehilangan arti hidup bahkan ada yang melakukan bunuh diri.

Makna dan hakekat kasih sayang

Kasih sayang adalah perasaan suka, cinta dan sayang terhadap seseorang, baik dalam bentuk cinta eros ataupun cinta amor. Cinta eros adalah cinta seorang pria terhadap wanita atau sebaliknya dalam kondisi yang wajar karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki pasangannya atau keduanya dalam kedudukan yang sepadan. Cinta amor berbeda dengan cinta eros.

Seseorang mencintai orang lain biasanya karena ketertarikan secara fisik, karena keelokan paras atau tubuhnya. Busana-busana indah yang dikenakannya, benda-benda mewah yang dimilikinya dan hal-hal yang bersifat fisik lainnya dapat membuat seseorang tertarik dengan lawan jenisnya.

Kelebihan-kelebihan yang bersifat psikis, seperti perilakunya yang baik dapat membuat seseorang tertarik terhadap lawan jenisnya. Faktor ketaatan agama, keturunan yang terhormat, pangkat yang tinggi dan sebagainya dapat juga merupakan magnet yang membuat seseorang tertarik terhadap lawan jenisnya.

Cinta amor tidaklah demikian. Cinta amor adalah bentuk kasih sayang yang tidak masuk akal. Seorang pria bisa saja memilih seorang wanita menjadi kekasihnya meskipun wanita itu tidak dapat dikatakan sebagai wanita cantik. Dalam kasus lain, seorang wanita yang demikian cantik jelita bisa saja mempunyai kekasih seorang pria yang buruk rupa.

Itulah yang dinamakan cinta amor, yakni cinta kasih antara pria dan wanita yang bersifat tidak masuk akal. Kedua pasangan tidak mempunyai kedudukan yang sepadan baik fisik maupun keadaan psikisnya. Keduanya tertarik satu sama lain bukan disebabkan oleh faktor yang lazimnya membuat seseorang jatuh cinta kepada pasangannya.

Orang yang sudah memiliki kasih sayang terhadap kekasihnya dapat ditandai dengan adanya kejujuran, keterbukaan, pengertian, kepercayaan, pengorbanan dan tanggung jawab. Semakin besar unsur-unsur tersebut dimiliki seseorang menunjukkan semakin besarnya kadar kasih sayang seseorang tersebut terhadap pasangannya.

Unsur-unsur tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Jujur artinya lurus hati, tidak curang atau tidak berbohong. Kejujuran ditunjukkan oleh seseorang dalam berkomunikasi dengan sang kekasih dengan berbicara apa adanya.
  2. Terbuka berarti tidak merahasiakan sesuatu. Keterbukaan ditandai dengan kesediaan membeberkan segala rahasia yang dimilikinya dan tidak menyembunyikan pikiran, sikap dan perbuatan yang memang harus diketahui pasangannya.
  3. Memiliki pengertian artinya harus memahami pasangan yang dicintainya. Pemahaman terhadap cara berpikir, bersikap dan bertingkah laku pasangan diperlukan untuk membina keharmonisan dengan pasangannya tersebut.
  4. Kepercayaan terhadap pasangannya diwujudkan dengan mengakui atau meyakini bahwa pasangannya tersebut dapat memenuhi harapannya. Seorang kekasih harus percaya bahwa pasangannya dapat memenuhi harapannya dan sebaliknya dia sendiri juga harus memenuhi harapan pasangannya.
  5. Pengorbanan adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian atau kesetiaan seseorang. Pengorbanan seorang kekasih kepada pasangannya merupakan wujud kesetiaan dirinya lepada pasangannya tersebut
  6. Tanggung jawab merupakan kewajiban menanggung segala yang dipersoalkan atau dituntut oleh seseorang. Sang kekasih dapat meminta pertanggung jawaban dari pasangannya dan sebaliknya dia harus juga mau bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sedang dipersoalkan.

Makna dan hakekat keadilan

Keadilan adalah memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Socrates mengatakan bahwa keadilan tercapai apabila pemerintah mempraktekkan ketentuan hukum atau melaksanakan tugasnya dan rakyat merasakannya.

Plato menilai tercapainya keadilan apabila setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasar yang dianggap cocok bagi orang tersebut, sedangkan tindakan manusia dipandang layak apabila pihak yang sama mendapatkan bagian sama (Aristoteles) Hak merupakan wewenang untuk memiliki, meninggalkan, atau menuntut sesuatu. Materi hak menyangkut individu, namun hak bukan milik perseorangan. Hak seseorang terkait dengan hak orang lain.

Disamping hak, seorang individu juga memiliki berbagai kewajiban, yakni kewajiban terhadap Allah, masyarakat dan diri sendiri. Kewajiban terhadap Allah diwujudkan dalam bentuk memuja dan mengabdi, kewajiban terhadap masyarakat dengan menolong orang lain, sedangkan kewajiban terhadap diri sendiri diwujudkan dengan melakukan perbuatan yang baik.

Ada berbagai macam bentuk keadilan, diantaranya adalah keadilan moral, keadilan distributif, keadilan komutatif dan keadilan sosial. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut :

  1. Keadilan moral terwujud bila setiap orang melakukan fungsi menurut kemampuannya. Keadilan tercipta apabila seorang tentara menjalankan fungsinya sebagai petugas pertahanan, bukan sebagai pebisnis.
  2. Keadilan distributif terlaksana apabila hal-hal sama diperlakukan secara sama. Keadilan distributif dapat digambarkanketika memberikan hadiah kepada karyawan. Karyawan yang bekerja 10 tahun akan diberikan hadiah sebesar Rp 4.000.000,- sedangkan bagi yang bekerja 5 tahun hanya sebesar Rp 2.000.000,-
  3. Keadilan komutatif merupakan keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban atau kesejahteraan. Seorang pekerja yang bekerja giat dan berprestasi sudah sepantasnya diberi penghargaan, sebaliknya pekerja yang banyak melakukan pelanggaran diberikan hukuman yang setimpal.
  4. Keadilan sosial tercipta apabila setiap orang mendapat perlakuan yang adil di bidang hukum, politik, ekonomi dan budaya serta kemakmuran dapat dinikmati secara merata.

Setiap manusia berhak diperlakukan adil dan berlaku adil dengan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Orang yang menuntut hak, tapi lupa kewajiban, tindakannya pasti akan mengarah pada pemerasan, sebaliknya orang yang menjalankan kewajiban, tetapi lupa menuntut hak akan mudah diperbudak oleh orang lain

Keadilan merupakan budaya bangsa Indonesia. Sejak dahulu, manusia meminta keadilan kepada Allah dengan cara berdoa. Pada jaman kerajaan jawa tempo dulu ada budaya “pepe” yang dilakukan oleh rakyat yang meminta keadilan.

Keadilan diekspresikan dengan berbagai cara, misalnya membuat pepatah yang menunjukan adanya tuntutan terhadap perlakuan adil, misalnya pepatah “Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah” Ada yang membuat karya seni yang menyuarakan keadilan, seperti seni musik, prosa dan puisi. Ada yang pula yang menuntut keadilan dengan cara berpuasa sampai mati atau sampai tuntutan keadilannya terpenuhi, menjahit mulut, membakar diri dan sebagainya. *

Makna dan hakekat keindahan

Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya (Leo Tolstoy, pujangga Rusia), keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Humo, pujangga Inggris), dan keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang (Hemsterhuis, pujangga Belanda)

Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman), keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman), Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant).

Keindahan atau keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah serasi.

Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris), “Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat diartikan secara artistik, terbatas, dan luas.

Keindahan dalam arti artistik bersifat subyektif, artinya keindahan tersebut merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati. Keindahan artistik ditentukan oleh unsur dinamis berupa kesan yang berubah akibat dunia yang selalu berubah-ubah.Unsur dinamis menyebabkan keindahan artistik juga dinamis, artinya kendahan dinilai sesuai dengan tempat dan jamannya. Dengan demikian, keindahan dalam arti artistik merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati yang selalu berubah kesannya sesuai tempat dan jamannya.

Keindahan dalam arti artistik disebut juga dengan keindahan seni yang merupakan pengutaraan isi jiwa atau perasaan sang penciptanya. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah, rasa lucu (kosmis), rasa sedih (tragis) rasa gaib (magic) dan sebagainya. Hasil karya seni mencerminkan isi jiwa sang penciptanya dan mengungkapkan keindahan dalam arti artistik (seni).

Menurut Profesor Bruyne, seni adalah perpaduan perasaan dan pengetahuan yang disebut intuisi atau perasaan yang matang yang lahir dengan sendirinya dan diwujudkan dalam bentuk karya seni nyata. Puisi “Aku” karangan Chairil Anwar yang merupakan karya seni puisi baru dan sebagai bentuk protes terhadap karya seni yang berlaku pada masa itu. Lukisan “Monalisa” karya Leonardo da Vinci membawa pesan bahwa wanita cantik akan selalu menarik dan menggambarkan keagungan Tuhan yang menganugerahkan kecantikan pada seorang wanita.

Keindahan dalam arti seni berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan dipengaruhi unsur statis. Unsur statis merupakan ciri estetis yang melekat pada bentuk dan warna suatu benda sehingga relatif tetap dari masa ke masa dan di semua tempat.

Ciri estetis pada keindahan dalam arti terbatas diperoleh dari kebiasaan manusia dalam berpikir, merasa dan akhirnya mengambil sikap. Bentuk sikap yang muncul, misalnya senang-benci, puas-kecewa, dan sebagainya. Sikap-sikap tersebut dipengaruhi oleh kepekaan seseorang dalam melihat bentuk dan warna yang menimbulkan rasa senang. Inilah yang dimaksud keindadahan dalam arti terbatas.

Dalam arti luas, keindahan adalah segala yang baik seperti keindahan alam atau keindahan moral. Sikap yang halus, lembut, sopan atau beradab merupakan keindahan moral. Keindahan juga diartikan sebagai segala yang wajar, artinya lukisan wanita yang lebih cantik dari wajah aslinya tidaklah indah, karena lukisan tersebut kurang wajar.
Keindahan moral, seperti sikap yang halus, lembut, sopan, atau beradab dapat ditunjukkan oleh anggota badan, cara berbahasa serta perpaduan pikiran perasaan dan kemauan.

Sikap yang halus dapat ditunjukkan oleh anggota badan seperti kaki, tangan, kepala, bahu, bibir, mulut, mata, atau muka. Kaki melipat atau mengangkang menunjukan sifat tidak halus. Demikian pula dengan cara meraba atau menjabat tangan, kepala yang menunduk atau mengangguk, bahu yang terbuka atau mengangkat, bibir yang dimencongkan atau dimonyongkan, mulut yang mengatup atau menganga, mata yang melirik atau terbelalak, muka yang berseri ditengah musibah atau berkerut di saat orang sedang senang dan sebagainya menunjukan sifat-sifat yang tidak halus, tidak sopan atau tidak beradab.

Untuk menampilkan sikap yang halus seseorang dapat menunjukkannya dengan cara berbahasa, yakni dengan pilihan kata yang sopan dan tidak kotor, susunan kalimat yang tidak kacau, rangkaian kalimat yang teratur, nada suara yang sesuai keadaan untuk tinggi maupun rendahnya, serta irama suara yang sesuai, keras atau lembutnya.

Sikap halus juga dapat ditunjukkan oleh perpaduan pikiran perasaan dan kemauan atau perpaduan cipta, rasa dan karsa. Perpaduan tersebut dinamakan Trias dinamika yang mempengaruhi sikap seseorang. Pikiran yang kusut menyebabkan seseorang terlihat murung, perasaan yang riang menyebabkan seseorang terlihat lincah dan adanya kemauan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.

*

Makna dan hakekat cinta

Tulisan ini saya buat untuk menjawab perayaan hari kasih sayang atau valentine day’s. Saya sendiri tidak sependapat dengan hari valentine, karena kasih sayang itu tidak terbatas oleh waktu, tidak memerlukan hari yang khusus. Kasih sayang itu ada setiap hari, bahkan setiap saat harus ada dalam diri kita. Kasih

Cinta atau kasih sayang itu bukan hanya ditujukan kepada sesama manusia dalam arti seorang manusia mencintai manusia lain yang berlainan jenis atau cinta antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Cinta yang demikian disebut sebagai ‘cinta eros’ atau ‘cinta amor’. Kasih sayang dapat ditujukan pula kepada keluarga atau kerabatnya atau yang disebut sebagai cinta philia dan tidak boleh lupa, ada juga jenis cinta yang lebih agung yaitu cinta manusia kepada Tuhan Sang Pencipta atau yang disebut sebagai ‘cinta agape’.

Cinta eros biasanya dilandasi oleh keadaan fisik, psikis, rohani bahkan oleh faktor ekonomi. Seseorang mencintai orang lain biasanya karena fisiknya yang rupawan, perilakunya yang menawan atau asal usul keluarganya yang terhormat. Ada kalanya faktor kekayaan juga menjadi daya tarik seseorang dalam mencintai lawan jenisnya.

Agama mengajarkan bahwa dari 4 faktor yang melandasi ketertarikan seseorang terhadap orang lain untuk menjadi pasangan hidupnya, hendaknya dipilih yang perilakunya menawan karena ketaatan beribadahnya. Namun demikian, ada juga seseorang yang mencintai lawan jenisnya bukan karena semua faktor itu. Itulah yang dinamakan cinta amor, sebuah cinta yang tidak rasional. Itulah sebabnya sering kita temui ada seseorang yang mencintai lawan jenisnya kendati lawan jenisnya tersebut tidak memenuhi faktor rupa, keturunan, kekayaan dan keagamaan.

Seorang anak cinta kepada orang tua, kakak dan adiknya atau kalau ada orang tua mencintai anak-anak dan saudara-saudaranya semuanya karena cinta. Orang menyebutnya cinta philia, cinta persaudaraan atau cinta karena adanya hubungan kekerabatan. Cinta philia yang positif adalah yang bersifat ‘Aktif – Aktif’ artinya kedua belah fihak saling memberi. Orang tua memberikan perhatian kepada anaknya, demikian juga sebaliknya, sang anak memberikan perhatian yang tidak kalah hangatnya.

Janganlah membentuk cinta philia dalam hubungan yang bersifat ‘Aktif – Pasif’ atau ‘Pasif – Aktif’ apalagi ‘Pasif – Pasif’. Hubungan ‘Aktif – Pasif’ melahirkan anak yang tidak percaya diri alias minder karena orang tuanya yang lebih banyak berperan, hubungan ‘Pasif – Aktif’ akan melahirkan anak yang liar tanpa arah akibat si anak melakukan segala hal tanpa respon yang semestinya dari orang tuanya, sedangkan hubungan ‘Pasif – Pasif’ kan melahirkan seorang anak yang apatis alias masa bodoh terhadap orang lain.

Ada cinta yang lebih agung, yaitu cinta agape yang tidak lain adalah cinta kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa. Cinta kepada Allah diwujudkan dalam bentuk pemujaan alias peribadatan. Menurut ajaran agama, tidaklah diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Allah. Peribadatan yang benar akan menumbuhkan taqwa (takut) kepada Allah, yaitu takut mengabaikan perintah Allah dan takut melanggar larangan-larangan Allah.

Manusia juga dapat mencintai sesamanya tanpa mengenal ikatan persaudaraan atau yang disebut dengan istilah ‘belas kasih‘ Jenis cinta ini adalah perpaduan cinta philia dan cinta agape. Cinta jenis ini bersifat tanpa pamrih bahkan cenderung ingin memberikan sesuatu terhadap orang lain karena keadaan yang dialami orang tersebut dan sebagai perwujudan kecintaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.