Makna dan hakekat penderitaan

Standar
  • Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita atau “dhra” yang artinya menangung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan disebabkan oleh faktor dari luar seperti perlakuan orang lain, terjadinya bencana atau adanya kecelakaan.

Perlakuan orang yang kejam membuat orang lain menderita, demikian pula perlakuan-perlakuan lainnya yang bersifat negatif. Bencana alam seperti banjir, kebakaran dan sebagainya merupakan penyebab penderitaan. Kecelakaan lalu lintas, kapal tenggelam, tersesat di hutan dan sejenisnya  termasuk penyebab penderitaan juga.

Penderitaan dapat diatasi dengan cara aktif maupun pasif. Pantang menyerah atau bersemangat baja dengan melawan penyebab penderitaan adalah salah satu cara mengatasi penderitaan secara aktif.  Sabar, mengalah atau tabah merupakan cara mengatasi penderitaan secara pasif

  • Fobia

Phobia (Fobia) artinya takut atau perasaan takut yang berlebihan terhadap sesuatu.  Seseorang dapat menjadi fobia apabila terus menerus mengalami ketakutan, tegang dan akhirnya tertekan. Salah satu hal yang paling ditakuti seseorang adalah apabila dirinya dianggap “berbeda” dari orang lain.

Fobia terdiri dari bermacam-macam bentuk ketakutan. Ada seseorang yang takut terhadap ruang tertutup yang disebut claustrophobia, namun ada pula seseorang yang takut terhadap ruang yang terlalu terbuka. Takut pada ruang terbuka disebut agoraphobia.

Pada umumnya seseorang takut ketika berada sendirian, namun ada pula yang takut ketika berada dalam lingkungan yang banyak orang. Orang yang demikian disebut ochlophobia.  Ada orang yang takut pada tempat-tempat yang tinggi atau ketinggian disebut acrophobia  tapi ada pula jenis fobia yang lain seperti takut terhadap binatang tertentu (agrizoophobia),  takut naik pesawat, takut mati dan sebagainya.

Untuk mengatasi fobia, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan biarkan terpengaruh oleh rasa takut itu. Seseorang juga bisa mengatasi fobia dengan adanya kesiapan menerima atau menolak gangguan yang menimbulkan fobia.

Pengobatan fobia dapat dilakukan dengan menggunakan obat penenang sesuai dengan anjuran dokter, melakukan latihan rileks atau “membanjir”. Latihan rileks adalah secara perlahan-lahan mengenali sesuatu yang ditakutkan, kemudian perlahan-lahan pula semakin dekat dan akhirnya hilang rasa takutnya terhadap sesuatu yang menjadikannya fobia. Membanjir adalah melakukan interaksi yang sangat intensif dengan sesuatu yang ditakutinya itu. Misalkan seseorang takut terhadap tikus, orang tersebut harus sering-sering berinteraksi dengan tikus tersebut  bahkan kalau perlu tidur di sarang tikus.

  • Sakit

Sakit adalah gangguan fungsi normal tubuh sebagai totalitas fisik, mental dan sosial. Sakit terdiri dari sakit fisik, sakit jiwa dan sakit hati akibat lingkungan yang tidak bersih, perilaku yang tidak sehat, keturunan yang berpenyakit atau usaha memelihara kesehatan yang tidak baik.

Sakit ditandai dengan suatu gejala, misalnya naiknya suhu tubuh, terganggunya kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari misalnya tidak bekerja. Sakit terkadang hanya berupa persepsi terhadap apa yang dirasakan misalnya merasa tidak nyaman. Sakit dapat mendatangkan hikmah, antara lain mendekatkan diri kepada Tuhan dan menumbuhkan belas kasihan dan rasa social terhadap sesama manusia.

  • Frustasi

Frustasi adalah keadaan tidak terpenuhinya kebutuhan dan  tujuan seseorang atau proses yang menggambarkan adanya hambatan terpenuhinya kebutuhan. Frustasi terjadi karena mengalami kegagalan, tidak mempunyai integrasi kepribadian yang baik kemudian mengalami gangguan emosional

Seseorang yang mengalami frustasi dapat dilihat dari adanya perubahan kebiasaan atau cara hidupnya. Seseorang yang frustasi terlihat kehilangan gairah yang ditandai dengan mimic wajahnya yang lesu, gerakannya lamban dan cara berjalannya diseret-seret. Seseorang yang frustasi juga terlihat penampilannya sedih, kecewa, gelsiah, cemas, tegang, bingung, dan merasa bersalah yang menggambarkan suasana hati yang tidak menentu.

Seorang yang sedang frustasi akan mengalami kesepian atau sebaliknya malah senang keluyuran seperti yang dialami oleh seseorang dari keluarga broken home. Banyak diantara mereka yang mengalami frustasi juga melakukan perbuatan negatif, seperti berfoya-foya, melakukan hubungan sex bebas, materialistis, egois, maunya berkuasa, kehilangan arti hidup bahkan ada yang melakukan bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s